Nasi Memiliki Banyak Manfaat

Nasi Memiliki Banyak Manfaat

Nasi merupakan salah satu makanan dasar di beberapa negara, terhitung Indonesia yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Bahkan juga, di Indonesia, banyak yang ngomong jika makan tanpa nasi itu dipandang “belum makan”, walaupun telah makan tipe karbohidrat lain. Merilis WebMD, tipe nasi benar-benar bermacam. Dari  berwarna juga berbagai macam, ada beras putih, beras merah, beras hitam, sampai beras ungu.

Diajuhi Bagi Mereka yang Diet? Padahal Nasi Memiliki Banyak Manfaat!

Di Indonesia sendiri, yang tersering kita jumpai ialah nasi putih dan nasi merah dengan memiliki banyak manfaat. Sesungguhnya dua tipe nasi itu berawal dari padi yang serupa, yang membandingkan cuman proses penggilingannya saja.

Nasi merah alami semakin sedikit proses pemrosesan, hingga masih ada susunan dedak (bekatul) dan gizi lain. Saat itu, susunan dedak pada nasi putih sudah dibuang hingga minim gizi, meskipun telah difortifikasi. Tidak sekedar mengenyangkan, rupanya ada nasi memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dari konsumsi nasi. Apa sajakah?

Kurangi resiko diabetes

Merilis WebMD, konsumsi nasi merah sudah dipercaya bisa menolong beberapa orang dengan diabetes untuk mengatur kandungan gula darah. Ini karena index glikemik (IG) nasi merah yang lebih rendah (55), dibandingkan IG nasi putih (64).

Index glikemik bisa jadi tanda untuk ketahui berapa cepat makanan yang dimakan akan mempengaruhi kandungan gula darah. Makanan dengan IG tinggi sebagai tipe karbohidrat yang diolah secara cepat, hingga menyebabkan kenaikan kandungan gula darah, dan ini tidak bagus efeknya untuk tubuh.

Sementara makanan dengan IG rendah dan sedang, proses pencernaannya lebih lamban, hingga kandungan gula darah akan naik secara setahap, sediakan energi yang lebih konstan.

Contoh makanan dengan IG tinggi diantaranya: nasi putih, kentang, roti putih, gula, dan makanan dan minuman manis.

Saat itu, makanan dengan IG rendah dan sedang salah satunya: buah-buahan (terkecuali buah yang dikeringkan), sayur, umbi-umbian, kacang-kacangan, dan makanan yang dibuat dari beberapa bijian utuh, misalkan roti gandum atau havermut.

Sebuah riset yang diedarkan dalam jurnal JAMA Intern Medicine mengikutsertakan nyaris 200 ribu orang dewasa. Hasilnya, rutinitas konsumsi nasi putih lebih beresiko pada diabetes type 2.

Kebalikannya, konsumsi nasi merah, minimal 2 jatah /minggu, bisa turunkan resiko diabetes type 2. Beberapa periset yakini, dengan menukar nasi putih dengan nasi merah sekitar 50 gr (seputar 1/4 cangkir), bisa turunkan resiko diabetes type 2 sampai 16 %.

Beberapa pakar menyangka, kekuatan nasi merah dalam mencegah diabetes karena kandungan serat yang ada didalamnya. Dalam riset yang disampaikan dalam Journal of Chiropractic Medicine, dijumpai jika konsumsi tinggi serat bisa kurangi peluang seorang terserang diabetes type 2. Sebagai tambahan, nasi merah tinggi akan magnesium, yang mana terkait dengan pengurangan resiko diabetes type 2.

Mencegah penyakit jantung

Mencuplik Verywell Bugar, berdasar referensi American Heart Association, dari konsumsi beberapa bijian yang kamu konsumsi, yakinkan separuhnya sebagai beberapa bijian utuh. Misalnya ialah nasi merah dan roti gandum utuh.

Berdasar laporan yang diedarkan dalam jurnal Current Atherosclerosis Reports, serat dalam beberapa bijian utuh bisa turunkan kandungan cholesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL), penekanan darah, dan tingkatkan tanggapan glukosa dan insulin. Dampaknya, dapat turunkan resiko penyakit jantung.

Kurangi resiko kanker

Merilis WebMD, ada tiga tipe senyawa fenol yang lain pada nasi merah. Ke-3 nya mempunyai karakter anti-oksidan. Salah satunya peranan anti-oksidan ialah menantang radikal bebas yang bisa menghancurkan sel, penyebab sel kanker. Dengan konsumsi banyak makanan sumber anti-oksidan, karena itu resiko kanker juga bisa didesak.

Senyawa fenol pada beras terdapat banyak pada bagian bekatul, dan sisi berikut yang di hilangkan untuk bikin beras putih. Maka jika ingin nasi yang diperkaya anti-oksidan, seharusnya tentukan nasi merah.

Tingkatkan kesehatan pencernaan

Mencuplik Verywell Bugar, nasi memiliki kandungan pati resistan yang bisa memacu pembangunan asam lemak tertentu, yang bisa menolong mekanisme pencernaan masih sehat dan turunkan resiko kanker usus atau kanker kolorektal.

Disampaikan dalam jurnal Przegląd Gastroenterologiczny, berdasar data GLOBOCAN tahun 2018, kanker usus tempati rangking keempat sebagai kanker yang terbanyak diderita di dunia, dan jadi pemicu kematian karena kanker nomor 3.

Dikenali mematikan, hasil pantauan beberapa periset dari Kampus Cambridge yang keluar dalam British Journal of Nutrition, memberikan laporan jika dengan pilih gizi dan diet yang pas, penyakit kanker usus bisa di turunkan resikonya sampai 30-60 %. Diantaranya dengan perbanyak konsumsi serat.

Pati resistan sebagai sisi dari serat, dan peragian pati resistan ini bisa memacu produksi asam lemak rantai pendek atau short-chain fatty acids (SCFA), khususnya tipe asam butirat yang berdasar hasil study in vitro, dijumpai mempunyai karakter antitumor.

Bagus untuk pengidap penyakit celiac

Nasi putih adalah makanan yang tidak memiliki kandungan gluten. Maka untuk pengidap penyakit celiac yang tidak dapat konsumsi makanan yang memiliki kandungan gluten, nasi dapat menjadi salah satu opsi yang tepat. Bukan hanya dikonsumsi sebagai nasi, beras putih bisa juga dibuat menjadi bermacam jenis olahan, seperti mie, bihun, tepung, sampai minuman. Maka pengidap penyakit ini tidak jemu konsumsi beras berbentuk nasi saja.

Sumber energi yang bagus untuk tubuh

Untuk sumber karbohidrat, nasi putih menjadi salah sebuah sumber energi paling efisien yang dapat Anda konsumsi. Itu argumennya, beberapa olahragawan semakin banyak yang pilih nasi putih dibanding dengan nasi merah dan nasi coklat, karena makanan ini dapat memberi energi dalam sekejap.

Penyuplai energi dalam sekejap

Berdasar laporan dalam jurnal Sports Medicine, ada dua tipe sumber bahan bakar khusus yang akan dioksidasi oleh jaringan otot, yaitu karbohidrat dan lemak. Itu penyebabnya tersedianya akan karbohidrat yang cukup benar-benar dibutuhkan untuk aktor olahraga untuk tingkatkan perform mereka.

Dibanding nasi merah, beberapa olahragawan cenderung pilih nasi putih untuk sumber karbohidrat. Mengapa? Karena kandungan karbohidratnya yang tinggi dan seratnya yang rendah, membuat nasi putih jadi penyuplai energi dalam sekejap.

Walau dari penjabaran di atas manfaat sehat semakin banyak didapatkan dari nasi merah, tapi bukan bermakna nasi putih benar-benar kurang sehat. Merilis Healthline, untuk keadaan tertentu, nasi putih malah jadi pilihan lebih bagus.

Sebagai contoh, ibu hamil bisa mendapatkan manfaat dari extra folat yang umumnya ditambah pada nasi putih. Disamping itu, buat mereka yang jalani diet rendah serat atau yang kerap alami mual atau ngilu ulu hati, nasi putih lebih pas diputuskan karena lebih mudah diolah dan tidak memacu gejala pada mekanisme pencernaan.

Lalu, Mengapa Nasi Putih Banyak Dijauhi?

Walau mempunyai manfaat, nasi putih banyak dijauhi orang yang diet dan pengidap diabetes. Apa argumennya?

  • Dipandang tinggi kalori

Kandungan kalori nasi putih dapat disebut lumayan tinggi bila dibanding dengan sumber karbohidrat yang lain. Makin tinggi kalori makanan, karena itu makin besar resiko kalori itu akan menimbun di tubuh dan mengakibatkan peningkatan berat tubuh.Tetapi sesungguhnya, semuanya bergantung dari langkah masak dan lauk yang mengikuti. Bila Anda tidak makan nasi tetapi tetap masih konsumsi makanan yang lain memiliki kalori tinggi, karena itu usaha untuk turunkan berat tubuh bisa percuma.

  • Punyai index glikemik yang tinggi

Selain kalorinya, nasi putih dijauhi oleh pengidap diabetes. Ini dikarenakan oleh nasi putih sebagai makanan yang mempunyai indeksi glikemik lumayan tinggi.

Index glikemik ialah nilai ukur berapa cepat tubuh dapat tubuh kita dapat mengganti karbohidrat jadi gula yang akan diserap ke saluran darah.

Makin tinggi nilai index glikemik satu makanan, karena itu makin cepat dia akan meningkatkan kandungan gula darah.

Makanan yang mempunyai nilai index glikemik di bawah 55, terhitung pada makanan dengan nilai rendah. Sementara yang mempunyai nilai 56 – 69 masuk kelompok sedang dan nilai 70 – 100 masuk kelompok tinggi.

Nasi putih mempunyai nilai indeksi glikemik 64. Masih juga dalam kelompok sedang, tetapi telah minim dengan kelompok tinggi. Hingga, orang yang diabetes atau yang beresiko tinggi terserang penyakit ini, tidak dianjurkan untuk mengkonsumsinya.

Untuk Anda fans nasi putih, tidak ada kelirunya untuk masih konsumsi makanan ini sepanjang keadaan kesehatan masih dijaga. Tetapi untuk pasien diabetes, seharusnya tahanlah bujukan untuk makan nasi putih karena skema makan ini dapat jadi parah keadaan.

Untuk berbagai informasi kesehatan bisa berkunjung pada halaman situs https://ingincantik.com