Susah Turun Berat Badan

Susah Turun Berat Badan

Susah Turun Berat Badan – Skema makan jaman saat ini lebih jadi perhatian daripada awalnya. Hal tersebut dapat kelihatan dari demikian jumlahnya tipe diet dan ketentuannya.

Salah satunya sistem diet yang lumayan ramai dibahas ialah diet astronaut atau diet astronot.

Seperti namanya, diet astronot diadaptasi dari skema makan beberapa astronaut yang diberangkatkan ke luar angkasa sehingga sangat pas untuk yang susah turun berat badan.

Susah Turun Berat Badan? Sudah kah Kamu Mencoba Diet Astronot?

Merilis situs Tubuh Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), mereka tidak dapat asal-asalan konsumsi makanan dan harus ditata demikian rupa seperti keperluan setiap pribadi.

Baca Juga: Berat Badan Bukan Indikasi Diet Berhasil

Astronot sesungguhnya tidak memakai diet ini, tapi cuman wanita dengan pengaturan ala-ala astronot yang bisa bertahan karena jumlahnya makanan yang perlu mereka menghilangkan. Diet astronot dengan menghindar sebagian besar produk protein. Dan memiminmalkan serat dan karbohidrat.

Selanjutnya, sistem itu ditingkatkan menjadi program diet yang dapat diaplikasikan untuk beberapa orang supaya lebih sehat. Ingin tahu seperti apakah diet astronot? Di bawah ini penuturannya.

Diet astronot konsentrasi pada konsumsi protein

Kamu tentu bertanya, apa yang membandingkan diet astronot dengan program diet yang lain? Merilis Bright Side, diet ini sebagai program diet yang konsumsi gizi proteinnya diperbanyak, sedang serat, kalori, dan karbohidratnya dikurangi. Berikut daftar makanan yang umum dimakan oleh orang yang jalani diet astronot:

  • Jamur;
  • telur;
  • ikan dan ayam;
  • tomat dan ketimun;
  • selada dan kubis;
  • brokoli, kembang kol dan kacang hijau;
  • labu;
  • keju dan tahu; dan
  • susu vegan (almond, kedelai).

Terkadang ada tambahan produk yang lain dianjurkan oleh pakar nutrisi semasing. Saat mengikut ketentuan makan di atas dan konsumsi sesuai yang diperlukan badan, perut Mama akan alami detoksifikasi alami. Karena pengubahan pencernaan yang makin sehat ini dipandang dapat turunkan berat tubuh dengan cepat.

Berikut menu contoh dari diet astronot menurut Brightside:

  • Sarapan: dua telur rebus atau panggang + secangkir kopi tanpa susu atau gula.
  • Makan siang: 1/2 ayam memiliki ukuran sedang dengan 1/2 liter kaldu ayam (tersisa rebusan kaldu yang diolah) + salad dengan tomat dan jamur + satu gelas susu kedelai atau kopi hitam.
  • Camilan: satu cangkir perasan jeruk atau teh.
  • Makan malam: satu gelas susu almond, ikan, dan 150 g tahu

Disebutkan diet ini efisien dalam turunkan berat tubuh dan hasilnya dapat kelihatan dalam kurun waktu 13 hari. Tetapi, diet ini sesungguhnya tidak dilaksanakan pada awak pesawat antariksa di luar angkasa sana.

Merilis Healthline, protein memang jadi salah satunya gizi penting dalam usaha kurangi berat tubuh. Bila diterangkan dengan singkat, protein yang masuk di pada tubuh akan kurangi hormon lapar (grelin) dan tingkatkan hormon kenyang (leptin). Maka itu akan menahanmu makan terlalu berlebih.

Makanan yang tinggi kalori harus dikurangi

Diet astronot seolah jadi kontradiksi dari diet flexitarian yang lebih menggerakkan aktor diet untuk semakin banyak makan sayur. Walau sebenarnya, itu tidak seutuhnya betul.

Diet astronot memang kurangi konsumsi sayur, tapi terbatas pada sayur yang memiliki kandungan tepung (starchy) seperti kentang, ubi, jagung, kacang-kacangan, dan lain-lain.

Kecuali sayur bertepung, makanan yang lain harus dijauhi ialah soda, juice buah, alkohol, garam, gula, nasi, pasta, roti, sereal, sampai produk daging asap.

Makanan tinggi protein harus dinaikkan

Sesuai point pertama, aktor diet astronot dianjurkan untuk perbanyak konsumsi protein. Sumber makanannya mencakup jamur, telur, ikan, ayam, tomat, ketimun, brokoli, labu, keju, tahu, susu berbasiskan nabati (kedelai atau almon), dan sebagainya.

Pokoknya, konsumsilah makanan yang tinggi protein dan rendah karbohidrat. Daging merah baik, tapi seharusnya awasi jatahnya. Menukarnya dengan ikan atau daging ayam akan lebih bagus.

Skema makannya lebih kurang sama dengan diet sehat yang lain, yakni 5 kali makan

Dalam diet astronot, agenda makannya sama dengan skema makan biasanya, yakni 3x makan besar (makan pagi, makan siang, dan makan malam), dan 2x ngemil antara waktu makan besar.

Sebagai contoh, di bawah ini ialah tutorialnya:

  • Sarapan: untuk mengawali hari, disarankan cuman konsumsi dua telur rebus dengan 1 cangkir kopi tanpa gula atau susu.
  • Makan siang: Kamu dapat makan 1/2 potong ayam ukuran sedang yang diolah memakai 1/2 liter kaldu ayam. Untuk lengkapinya, kamu dapat sekali menambah salad berisi tomat dan jamur dengan satu gelas sus kedelai atau kopi tanpa gula.
  • Camilan: Minum segelas teh hijau menjadi jalan keluar untuk kurangi rasa lapar di tengah-tengah hari sekalian menanti malam datang.
  • Makan malam: Sedang untuk makan malam kamu dapat melahap satu gelas susu almond/kedelai dan 150gr tahu.

Kecuali jalankan skema makan itu, seharusnya masih penuhi keperluan cairan badan, tidak boleh merokok, tidur 7-8 jam, jauhi makanan yang pedas, berminyak, manis, bersoda dan alkohol. Disamping itu, tukar mentega dengan minyak zaitun, dan cicip teh yang beri kesegaran seperti jahe, mint, dan chamomile.

Janganlah lupa olahraga dan minum air

Meskipun kamu telah mengendalikan makanmu demikian rupa mengikut ketentuan diet, tapi bukan bermakna kamu bisa ogah-ogahan. Untuk mengoptimalkan pengurangan berat tubuh, olahraga teratur harus tetap dilaksanakan.

Seperti diet lainnya, gaya hidup punya pengaruh ke diet astronot ini. Karena, Mama perlu disiplin untuk mengaplikasikan gaya hidup sehat. Misalkan, tidur yang memadai, beraktivitas fisik seperti olahraga, dan konsumsi probiotik dengan teratur yang membuat lebih gampang dan memperoleh hasil optimal di dalam 13 hari.

Lalu minum teh yang menentramkan seperti peppermint, chamomile, dan jahe akan membantu detoksifikasi perut supaya lebih sehat. Kamu dapat joging, jalan cepat, atau renang sehari-harinya sepanjang 30 menit. Janganlah lupa minum minum air putih minimal 2 ltr par harinya.

Kerjakan dengan perlahan-lahan untuk menghindar sakit di perut

Pengubahan pola hidup dalam mengikut program diet dapat berpengaruh pada peranan organmu. Bukan mustahil kamu akan rasakan sakit di perut atau lemas karena proses penyesuaian badan itu. Ini juga berlaku juga diet astronot.

Bila kamu menanggung derita permasalahan pencernaan, kenalilah jika permasalahan itu bisa diperbarui sesudah membuat beberapa pengubahan pola hidup. Dan diet yang dianjurkan bisa membantu di sini juga.

Yang terpenting untuk dilaksanakan ialah kurangi atau hilangkan karbohidrat simpel (gula, pasta, roti putih, juice buah, alkohol, dan sebagainya). Karena saat mekanisme pencernaan tidak imbang, glikemik tinggi dan gula condong berfermentasi di usus besar.

Bahkan bisa saja untuk mengobati sindrom iritasi usus memakai diet protein tinggi kecuali panduan diet yang lain.

Cukup turuti saran-saran berikut:

  • Masih terhidrasi selama seharian
  • Jauhi makanan yang dimasak, pedas dan berlemak, pemanis, teh hitam, minuman bersoda, dan alkohol
  • Tidak boleh merokok
  • Makan semakin banyak buah prem
  • Tidur pulas
  • Coba minum teh yang lebih nikmat seperti chamomile, mint, dan jaheoba probiotik
  • Tidak boleh tiduran sesudah makan
  • Masak dengan minyak zaitun, bukan mentega

Untuk menghindarinya, kerjakan pengubahan pola hidup secara perlahan-lahan. Tidak boleh melakukan secara mencolok. Disamping itu, usahakan untuk selalu terhidrasi secara baik, tidak boleh tidur sesudah makan, jauhi makanan pedas, gorengan, dan berlemak, dan tidur memadai sehari-harinya.

Walau banyak narasi sukses dari diet astronot, tapi seharusnya tanyakan dahulu ke dokter atau pakar nutrisi saat sebelum menjaringninya, pastikan diet itu aman untukmu. Karena, dampak diet dapat berbeda pada seseorang sama orang yang lain, bergantung keadaan badan, apa lagi jika ada keadaan klinis tertentu. Berminat untuk cobanya?