Jangan Anggap Remeh Batuk Berdahak

Jangan Anggap Remeh Batuk Berdahak – Pernah dengar penyakit bronkiektasis? Penyakit penyerang aliran pernafasan ini tidak “setenar” asma, pneumonia, atau penyakit paru-paru yang lain.

Mempunyai tanda-tanda umum seperti batuk dan napas sesak, penyakit ini dapat dirasakan beberapa anak umur prasekolah sampai lanjut usia.

Jangan Anggap Remeh Batuk Berdahak! Itu adalah Gejala Bronkiektasis

Apa, sich, bronkiektasis yang jangan anggap remeh dari batuk berdahak? Di bawah ini bukti klinis sekitar pemahaman, pemicu, tanda-tanda, analisis, dan langkah pengatasan dan penangkalannya.

Baca Juga: Berkebun Bermanfaat Bagi Kesehatan

Bronkiektasis ialah perluasan abnormal aliran pernafasan yang berdasar sebuah laporan dalam jurnal Tuberculosis and Respiratory Diseases tahun 2012, bronkiektasis diartikan sebagai perluasan tetap aliran pernafasan yang disebabkan karena infeksi berulang-ulang dan akut dari salah satunya organ pernafasan kita, bronkus. Keadaan itu pada akhirnya memacu pembangunan sputum alias dahak yang akan mengusik kelancaran aliran pernafasan.

Mekanisme pernafasan punyai proses pelindungan untuk menangi bakteri dari udara yang dihirup dengan menghasilkan mukus atau lendir. Umumnya, lendir itu disalurkan ke luar aliran pernafasan dan paru-paru. Namun, ke orang dengan bronkiektasis, peranan itu tidak berjalan dengan seharusnya, hingga terjadi penimbunan lendir di paru-paru.

Bermacam Hal Penyebab Bronkiektasis

Paru-paru mempunyai cabang-cabang aliran udara yang dikatakan sebagai bronkus. Lewat bronkus, oksigen akan mengucur untuk ke arah kantong kecil yang disebutkan alveolus.

Disitu, oksigen agan diserap ke saluran darah. Dinding sisi dalam bronkus dilapis dengan lendir lekat yang bekerja membuat perlindungan kerusakan dari partikel yang bergerak turun ke paru-paru.

Pada kasus bronkiektasis, satu ataupun lebih bronkus melebar secara tidak normal, hingga banyak lendir yang menimbun disitu sehingga Jangan Anggap Remeh Batuk Berdahak.

Keadaan itu rawan akibatkan bronkus alami infeksi. Keadaan ini dapat berkembang jadi bronkiektasis saat jaringan dan otot yang melingkari bronkus hancur atau remuk.

Sebuah study yang diedarkan dalam Journal of Thoracic Disease tahun 2018 mengatakan beberapa pemicu bronkiektasis. Pemicu yang umum ialah:

  • Pasca infeksi aliran pernafasan, seperti pneumonia, tuberkulosis, atau infeksi periode kanak-kanak
  • Terdiagnosis dengan masalah pernafasan yang lain seperti asma dan penyakit paru obstruktif akut (PPOK)
  • Aspirasi akut (keadaan biasanya satu benda seperti makanan, air liur, atau atau cairan perut yang masuk di aliran pernafasan)

Disamping itu, ada juga beberapa karena yang lain yang lebih jarang-jarang diketemukan, seperti penyakit autoimun, abnormalitas genetik, penyakit infeksi aliran pencernaan, penyakit jaringan ikat, dan keadaan imunodefisiensi alias kurang kuatnya mekanisme ketahanan tubuh, sampai ada obstruksi jalan napas yang disebabkan karena tumor atau benda asing.

Ketahui tanda dan Gejala Bronkiektasis!

Menurut sebuah riset yang diterbitkan dalam Canadian Medical Association Journal tahun 2017, beberapa tanda-tanda yang sering dirasakan pasien bronkiektasis ialah:

  • Batuk berdahak
  • Jumlah dahak terlalu berlebih
  • Hemoptisis alias batuk berdarah
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Infeksi pernafasan berulang-ulang

Saat itu, pertanda yang sering diketemukan pada pasien mencakup:

  • Jari tabuh alias clubbing
  • Suara napas crackles
  • Suara napas mengi

Bermula dari infeksi, berikut perjalanan penyakit bronkiektasis

Berdasarkan penjelasan sebuah laporan dalam International Journal of COPD tahun 2009, bronkiektasis diawali pada infeksi yang serang aliran pernafasan. Peradangan ini mengakibatkan ada kerusakan jaringan dan terusiknya mekanisme mukosiliar, yaitu sebuah mekanisme yang berperan untuk bersihkan aliran pernafasan dari lendir dan partikel asing.

Ini mengakibatkan mikroba seperti bakteri, virus, atau jamur bisa berkembang di aliran pernafasan dan memunculkan infeksi berulang-ulang. Ada infeksi akut yang berulang-ulang akan menyebabkan obstruksi pada aliran pernafasan yang makin lebih buruk seiring waktu berjalan.

Beberapa langkah dapat dilaksanakan untuk menganalisis penyakit ini

Untuk pastikan jika keadaan tanda-tanda yang dirasakan oleh pasien sebagai bronkiektasis dan mengetahui apa pemicunya, pengecekan perlu dilaksanakan.Hasil dari diagnosis, ini akan mempermudah dokter dalam tentukan tipe penyembuhan seperti factor pemicu. Beberapa sistem diagnosis yang paling sering diaplikasikan oleh dokter dalam mengecek pasien ialah :

  • Pemeriksaan Kisah Tanda-tanda

Dokter akan memulai pengecekan dengan bertanya apa tanda-tanda yang pasien alami. Semenjak kapan tanda-tanda terjadi dan telah berapakah lama tanda-tanda dirasa sebagai beberapa hal yang lain dokter biasanya tanya. Dokter umumnya juga ingin ketahui berapa kerap pasien alami batuk dan apa batuk itu berdahak dan apa warna dahaknya.

  • Pemeriksaan Kisah Klinis

Kecuali kisah tanda-tanda, dokter akan pastikan apa pasien mempunyai keadaan klinis tertentu. Bila ada keadaan klinis tertentu, karena itu dokter ingin ketahui apa obat yang sedang dimakan.

  • Pemeriksaan Fisik

Dokter akan memakai stetoskop untuk mengecek fisik pasien dan dengarkan suara dari paru-paru pasien. Dokter bisa tangkap ada masalah pada pernafasan pasien saat suara napas tidak normal.

  • Kultur Dahak

Untuk ketahui kehadiran jamur, bakteri atau virus dalam tubuh pasien, dokter perlu lakukan proses ini. Kultur dahak dilaksanakan dengan ambil contoh dahak pasien untuk dibawa ke laboratorium dan dianalisa.

  • Tes Darah

Untuk ketahui apa pasien alami infeksi, karena itu dokter perlu menentukannya dengan minta pasien tempuh test darah.

  • CT Scan atau X-Ray

Satu dari test penyekenan ini akan direferensikan oleh dokter agar bisa ketahui apa paru-paru pasien memiliki masalah. Dokter bisa memeriksa keadaan aliran pernapasan sekalian paru pasien lewat test penyekenan ini.

  • Bronkoskopi

Untuk ketahui apa pasien alami pendarahan di aliran napas atau malah alami sumbatan, karena itu bronkoskopi ialah sistem diagnosis yang diperlukan.

Tanya ke dokter berkenaan apa yang penting dilaksanakan saat sebelum tempuh proses bronkoskopi ini.

  • Tes Keringat Klorida

Test ini perlu diaplikasikan oleh dokter dengan manfaatkan bahan kimia khusus yang akan memacu keringat keluar dari kulit saat arus listrik memiliki daya rendah dan kurang kuat memacunya. Keringat pasien ini selanjutnya dokter mengumpulkan pada suatu kertas untuk selanjutnya menganalisanya.

Umumnya, test ini dibutuhkan untuk mengenali ada penyakit cystic fibrosis. Bila keringat dijumpai lebih asin dari umumnya, karenanya maknanya pasien positif menderita cystic fibrosis.

  • Tes Peranan Paru

Dokter peluang akan mereferensikan test peranan paru untuk pasien untuk mengenali beberapa permasalahan pada paru-paru. Pada proses ini, dokter memakai spirometri untuk mengecek paru pasien.

  • Pemeriksaan Skrining Autoimun

Dokter peluang minta pasien tempuh pengecekan skrining autoimun. Arah pengecekan ini untuk memverifikasi apa pasien terserang penyakit autoimun dan penyakit berikut yang mengakibatkan berlangsungnya bronkiektasis.

Ada bermacam therapy bronkiektasis yang bisa dilaksanakan. Untuk ketahui yang terbaik, tanyakan sama dokter, ya!

Penyembuhan bronkiektasis fokus untuk kurangi tanda-tanda dan membantu penderitanya untuk mengurus keadaan ini. Arah khusus penyembuhan untuk jaga supaya infeksi dan sekresi bronkial masih teratasi. Perawatan perlu dilaksanakan sedini kemungkinan untuk mencegah penyumbatan aliran udara dan meminimalisir kerusakan paru-paru. Pilihan penyembuhan yang bisa dilaksanakan yaitu:

  • Latihan pernafasan dan fisioterapi dada untuk membantu bersihkan aliran udara;
  • Rehabilitasi paru;
  • Pemakaian antibiotik untuk mencegah dan menyembuhkan infeksi;
  • Menggunakan bronkodilator, seperti albuterol dan tiotropium untuk buka aliran udara;
  • Obat pencair lendir. Beberapa obat ini diberi lewat nebulizer, yang digabungkan dengan hypertonic saline solution hingga jadi partikel kecil dan dihirup ke paru-paru. Obat ini diberi lewat nebulizer untuk membantu mencairkan lendir pada bronkus hingga lebih gampang dikeluarkan;
  • Konsumsi ekspektoran untuk memudahkan batuk lendir;
  • Terapi oksigen; dan
  • Terapi immunogloasbulin secara intravena, alias lewat jarum suntik
  • Vaksinasi untuk mencegah infeksi pernafasan.

Jika paru-paru sudah alami pendarahan, dokter kemungkinan perlu lakukan pembandinghan untuk mengusung wilayah yang terserang. Prosesnya mengikutsertakan pengeringan sekresi bronkial yang ditolong oleh gravitasi. Bila kamu alami batuk berlendir yang tidak juga lebih baik, coba tanya ke dokter

Tidak cuman beberapa obat, pengubahan pola hidup diperlukan untuk menangani dan mencegah bronkiektasis

Tidak cukup hanya therapy beberapa obat, modifikasi pola hidup juga bisa dilaksanakan untuk kurangi tanda-tanda bronkiektasis.

Sama seperti yang tercatat dalam laporan di Canadian Medical Association Journals tahun 2017, beberapa langkah pembaruan pola hidup yang dapat dilaksanakan adalah:

  • Menjauhi asap rokok dan pencemaran udara
  • Berolahraga dengan teratur
  • Memenuhi konsumsi gizi badan

Itu semua bisa juga jadi cara pas untuk mencegah penyakit ini.

Itu bukti-bukti sekitar pemahaman, pemicu, tanda-tanda, analisis, dan langkah menyembuhkan dan mencegah bronkiektasis. Jika kamu atau orang yang kamu kenali alami tanda-tanda yang ke arah penyakit ini atau penyakit paru-paru yang lain, seharusnya selekasnya kontrol diri ke dokter supaya bisa dicari tahu pemicunya dan mendapatkan pengatasan terbaik.