Berkebun Bermanfaat Bagi Kesehatan

Berkebun Bermanfaat Bagi Kesehatan – Sejak wabah, aktivitas beberapa warga menjadi lebih banyak di dalam rumah. Untuk menyingkirkan rasa jemu, bermacam hal juga dilaksanakan.

Kecuali “maraton” K-drama, aktivitas terkenal yang lain ialah memiara tanaman atau bercocok tanam.

Berkebun Tak Hanya Membahagiakan Tetapi Juga Bermanfaat Bagi Kesehatan

Menjaga tanaman, menyaksikannya tumbuh subur, dan memetik hasilnya tidak hanya membahagiakan dan menyingkirkan kebosanan.

Baca Juga: Kekurangan Omega3 Menyebabkan Kegemukan

Rupanya, bercocok tanam mempunyai bermacam manfaat kesehatan dan bisa dibuktikan secara klinis. Di bawah ini beberapa hal yang Bermanfaat Bagi Kesehatan saat berkebun.

Bakar kalori

Berkebun Bermanfaat Bagi Kesehatan bisa saja alternative membakar kalori dengan membahagiakan. Merilis Good Housekeeping, menurut Pusat Pengaturan dan Penjagaan Penyakit Amerika Serikat (CDC), bercocok tanam dipandang seperti olahraga dengan tingkat intensif sedang.

Satu jam yang kamu habiskan dengan bercocok tanam disebutkan bisa membakar 330 kalori. Jumlah ini bahkan juga melewati kalori yang terbakar dari rutinitas berjalan kaki dengan kecepatan sedang pada waktu yang serupa.

Sebuah riset yang diedarkan dalam American Journal of Public Health tahun 2013 memperhatikan hubungan bercocok tanam dengan index massa badan (BMI). Mengikutsertakan 198 simpatisan, team periset mengaitkan jika mereka yang tergabung dalam program komune bercocok tanam mempunyai BMI yang lebih rendah dibanding tetangganya yang tidak turuti komune itu.

Turunkan tekanan darah

Tekanan darah normal ada pada angka 120/80 mmHg. Memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi terjadi jika sesudah seringkali pengecekan, tekanan darah selalu ada di angka 140/90 mmHg ataupun lebih.

Tekanan darah tinggi tidak dapat diremehkan, karena banyak penyakit yang dapat disebabkan karena itu. Misalkan tidak berhasil menggantung, stroke, penyakit ginjal, kerusakan mata, sindrom metabolik, dan demensia.

Berdasar info dari National Heart, Lung, and Blood Institute, untuk mencegah dan mengatur tekanan darah tinggi kamu dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik dengan teratur. Jika tidak sempat pernah olahraga, kamu dapat beres-beres rumah seperti sapu dan mengepel, bercocok tanam sepanjang 30-45 menit, naik sepeda, atau jalan kaki sepanjang 30 menit. Dengan teratur melakukan aktivitas fisik, karena itu bermacam penyakit dapat dihindari.

Menyingkirkan rasa jemu dan depresi

Padatnya rutinitas di kantor atau kegiatan rutin yang serupa tiap hari dapat membuat diri kamu berasa jemu dan depresi. Nach, untuk menyingkirkan hati-perasaan itu, kamu dapat coba aktivitas bercocok tanam.

Menanam tanaman yang kamu gemari dan menyaksikan perubahannya tiap hari, dimulai dari tumbuhnya tunas, daun, bunga, sampai buah atau sayur yang bisa kamu panen, bisa membuat kamu berasa suka dan senang. Ditambahkan lagi, bersamaan tanamanmu berkembang dan tumbuh, panorama di dalam rumah juga jadi lebih asri dan mempersejuk hati.

Bukan hanya itu, pancaran cahaya matahari saat kamu berkebun atau sekedar menyirami tanaman kesayanganmu dapat memacu otak untuk melepas hormon serotonin, yaitu hormon yang bisa tingkatkan situasi hatimu. Maka dengan rutinitas simpel ini saja, hatimu dapat lebih baik dari mulanya.

Perkuat tulang

Saat kamu bercocok tanam, automatis kulitmu akan terkena cahaya matahari, yang bisa memacu produksi vitamin D. Berdasar study yang diedarkan di jurnal Environmental Health Perspectives, 1/2 jam ada di bawah cahaya matahari, bisa menghasilkan vitamin D sekitar 8.000-50.000 international units (IU).

Merilis dari MedlinePlus, vitamin D diperlukan badan untuk membantu proses peresapan kalsium. Kalsium sebagai mineral penting dalam pembangunan tulang dan membuat tulang jadi kuat. Kekurangan kalsium untuk orang dewasa bisa mengakibatkan osteoporosis atau tulang keropos.

Dikutip dari Healthline, ada di bawah cahaya matahari kecuali bisa menghasilkan vitamin D, dapat turunkan bermacam resiko penyakit. Diantaranya turunkan resiko kanker payudara, kanker usus, kanker kandungan kemih, kanker prostat, limfoma non-Hodgkin, dan penyakit multiple sclerosis.

Tingkatkan ketahanan badan

Kegiatan bercocok tabur biasanya dilaksanakan di luar ruang. Dikala bercocok tabur, tubuhmu hendak terserang oleh sinar mentari. Sinar mentari, ditambah dikala pagi hari, menghasilkan sinar ultraviolet ataupun UV yang bila sentuh kulit hendak ditukar oleh tubuh jadi vit D.

Vit D memiliki kedudukan berarti dalam piket daya tahan tubuhmu, sampai kalian tidak mudah sakit. Namun, pastikan kalian mengenakan gorden surya ataupun topi biar kulitmu tidak dibakar sinar mentari.

Tingkatkan Kemampuan Tangan

Manfaat bercocok tanam untuk kesehatan selanjutnya bisa tingkatkan pengaturan dan kemampuan tangan. Beraktivitas bercocok tanam dipandang menjadi latihan ketrampilan motorik lembut dan otot yang lebih kuat.

Misalkan seperti lakukan aktivitas penyiangan tanaman bisa membantu menyeimbangi kemelut yang disebabkan karena rutinitas setiap hari yang mengikutsertakan pergerakan berulang-ulang. Dengan demikian, rutinitas bercocok tanam bisa menentramkan saraf otot dan tingkatkan kemampuan dan pengaturan tangan yang lebih bagus.

Menantang pertanda penuaan

Ada beberapa pertanda penuaan yang dapat diperlambat dengan bercocok tanam. Kehilangan elastisitas, kemampuan persendian, tekanan darah tinggi, cholesterol serta osteoporosis sampai penyakit jantung, ialah banyak hal yang bisa diperangi dengan bercocok tanam yang bagus tiap hari.

Beberapa hal seperti menggerakkan gerobak membantu banyak pada persendian Mama, sementara membungkuk dan berjongkok stabil untuk ambil gulma membantu pada elastisitas.

Mama kemungkinan mendapati kemampuan tangan semakin banyak, karena harus terus-terusan menggenggam benda sama ukuran dan wujud yang berbeda.

Bahkan juga therapy bercocok tanam atau “therapy hortikultura” saat ini dipakai untuk membantu orangtua dan mereka yang mempunyai penyakit psikis, karena manfaat kesehatan yang besar dari bercocok tanam.

Membantu menaikan prestasi

Apa kurang lebih hubungan di antara kebun dengan prestasi? Jadi ini, pikirkan hati mengenai perolehan satu hal saat ingat dan kagum pada taman kita yang cantik.

Ini telah cukup buat membantu hilangkan depresi dan memberikan kita tidur malam yang lebih bagus. Ini akan membantu kita untuk lebih percaya diri mengenai kehidupan, dan menunggu apa yang telah dipersiapkan kehidupan untuk kita. Dalam kata lain, bercocok tanam membantu mengobati segi melankolis kita dan membuat cerah penglihatan hidup kita.

Aktivitas menanti dari hasil bercocok tanam entahlah itu pohon berbuah, sayur, atau bunga yang cantik sekalinya mampu membuat analogi kehidupan kita ke arah jalur yang lebih positif.

Jadi aktivitas bercocok tanam mampu memengaruhi prestasi orang yang menekuninya, karena mampu membuat arah hidup menjadi lebih terang untuk diraih.

Mencegah pikun

Dampak olahraga atau rutinitas fisik pada kenaikan peranan kognitif otak sudah lama dijumpai oleh beberapa pakar kesehatan. Tetapi, study dalam International Journal of Environmental Research and Public Health tahun 2019 memberi bukti baru, jika rupanya rutinitas bercocok tanam mampu memicu perkembangan saraf yang berkaitan ingatan pada otak.

Team periset di Korea Selatan mengikutsertakan 41 lanjut usia. Mereka dikasih waktu 20 menit untuk bercocok tanam. Hasilnya, diketemukan ada kenaikan jumlah faktor-faktor perkembangan saraf otak yang berkaitan dengan memory, baik pada simpatisan lelaki atau wanita.

Menurut riset yang disampaikan dalam jurnal Complementary Therapies in Medicine, diketemukan jika therapy hortikultura memperlihatkan hasil yang berarti dalam tingkatkan kesehatan psikis dan sikap. Itu jadikan therapy itu memungkinkan untuk diaplikasikan pada pasien dengan masalah psikis dan sikap, seperti demensia, skizofrenia, stres, dan perawatan terminal untuk pasien kanker.

Membuat kamu terlatih untuk konsumsi makanan sehat

Bila kamu pilih untuk menanam sayur atau buah-buahan saat bercocok tanam, peluang kamu dan keluarga akan secara automatis lebih terpacu untuk konsumsi makanan sehat yang tumbuh di rumahmu ini.

Bagaimana tidak? Untuk tumbuhkan dan menjaganya saja memerlukan saat yang lumayan lama. Saat waktunya panen, kamu dan keluarga akan menjadi lebih semangat untuk rasakan hasilnya. Disamping itu, hasil panen yang kamu dapatkan akan lebih bersih dan bebas pestisida, hingga lebih sehatkan.

Ditambahkan lagi, kamu jadi tak perlu jauh belanja buah dan sayur karena kamu dapat bebas memetiknya dari kebun saat mereka telah masak dan dapat dimakan.

Bercocok tanam dapat membuat kamu kotor-kotoran karena harus bermain tanah dan pupuk. Tetapi, manfaat bercocok tanam dan memiara tanaman untuk kesehatan lumayan menarik, kan?

Bila kamu tidak pernah bercocok tanam, tidak boleh sangsi untuk mengawalinya, ya. Kamu bisa juga ajak anggota keluargamu lainnya. Manfaat bercocok tanam untuk kesehatan bukan hanya untuk orang dewasa, bahkan juga beberapa anak dan lanjut usia juga dapat merasainya.

Tetapi, ada sesuatu hal penting harus kamu ingat, yakni bila kamu alergi pada sesuatu tipe tanaman atau serbuk sari bunga. Kamu perlu lebih selective saat menentukan tipe tanaman yang akan kamu rawat. Jauhi tanaman yang pasti kamu kenali bisa memacu tanda-tanda alergimu atau bunga yang mempunyai banyak serbuk sari.

Sesudah bercocok tanam telah usai, kamu disarankan untuk selekasnya mandi dan bertukar baju untuk bersihkan diri dari beberapa zat penyebab alergi yang kemungkinan melekat sepanjang bercocok tanam.

Bila saat bercocok tanam kamu alami alergi yang mengakibatkan muka lebam, napas sesak, atau bahkan juga lemas, konsumsi atau pakailah obat alergi yang kamu punyai. Bila keluh kesah tidak lebih baik, selekasnya kontrol diri ke IGD atau dokter paling dekat.